Jumlah Pemain Game COD Mobile Meningkat Pesat Di India

By | October 7, 2020

Pemerintah India memblok 118 aplikasi serta game asal China, termasuk juga PUBG Mobile. Rupanya penutupan itu bawa karunia pada beberapa aplikasi lain.
Penutupan pada 118 aplikasi asal China ini ialah penutupan gelombang ke-2, sebelumnya setelah ada 59 aplikasi asal China yang telah dikunci. Berdasar data Sensor Tower, ada beberapa aplikasi yang alami kenaikan karena penutupan itu.

Kenaikan ini bagus di dalam jumlah unduh atau jumlah penghasilan. Tiga aplikasi terbanyak diunduh sesudah penutupan itu, baik Android atau iOS, ialah Garena Free Fire, Ludo King, serta Call of Duty (COD): Mobile.

Dalam data yang disatukan di antara 2 sampai 5 September ini, Free Fire diunduh 2,1 juta kali, Ludo King 1,52 juta kali, serta paling bawah ialah COD: Mobile sekitar 1,15 juta kali.

Lihat Juga : Jenis Jenis Para Pemain Judi Casino Online Indonesia

Untuk info, Garena Free Fire ialah game battle royale yang ditingkatkan oleh perusahaan asal Singapura, sesaat COD: Mobile ditingkatkan oleh Tencent Tianmei Studios bersama-sama Activision Blizzard.

Sesaat dari sisi penghasilan, COD: Mobile ialah game dengan penghasilan kotor paling besar semasa periode itu, serta Free Fire berada di tempat ke-2. Sesaat tiga game lain dengan penghasilan kotor paling besar itu ialah Gardenscapes, Candy Crush Saga, serta Coin Master.

PUBG Corporation, pemilik PUBG Mobile, awalnya telah ambil aksi berkaitan penutupan game bikinannya itu di India. Mereka menyebutkan sekarang Tencent bukan lagi penerbit/publisher untuk PUBG Mobile di India, tetapi diambil pindah langsung oleh PUBG Corporation.

PUBG Mobile ialah satu diantara 118 aplikasi yang dilarang di India, bersama-sama Baidu serta ShareSave dari Xiaomi. Larangan itu dipublikasikan satu hari sesudah seorang petinggi senior India menjelaskan mobilisasi pasukan di empat pucuk bukit taktiks di selama tepian Himalaya yang bersengketa.

“Aplikasi ini kumpulkan serta bagikan data dengan cara diam-diam serta mencelakakan data pribadi serta info pemakai yang bisa memunculkan intimidasi berbahaya buat keamanan negara,” demikian pengakuan Kementerian Tehnologi India.

Diblokir India, PUBG Mobile Tetap Mendapatkan Keuntungan Besar

Penghasilan PUBG Mobile sukses tembus angka USD 3,5 atau sama dengan Rp 52,2 triliun, walau di waktu bertepatan game mobile bertopik battle royale itu dikunci di India.

PUBG Mobile mengantongi USD 3,5 miliar itu berdasar penumpukan dari game mereka yang di China, yaitu Game for Peace.

Keuntungan yang dikantongi PUBG Mobile ini seolah meneguhkan supremasi Tencent untuk perusahaan yang cakap melahirkan game mobile yang disukai pasar. Walau sebenarnya, China sekarang ini ditemui masalah peka dengan India.

Untuk info, pasar India adalah pasar yang mengundang selera. Di negeri Bollywood ini, gamer ingin memberi 1,2% dari pengeluaran pemain dengan cara global untuk selalu merasai pengalaman sampai Chicken Chicken Dinner.

“Penghasilan PUBG Mobile nampaknya tetap kuat, walau ada larangan di India,” tutur Craig Chapple, Mobile Insights Taktikst di Sensor Tower, seperti dikutip dari South China Morning.

Dalam beberapa waktu paling akhir, India keluarkan kebijaksanaan dengan larang 177 aplikasi China, termasuk juga didalamnya PUBG Mobile serta PUBG Mobile Lite.

Pemerintah India larang aplikasi China ini dengan fakta keamanan nasional serta privacy data, satu langkah ‘pembalasan’ atas perselisihan yang berlangsung di tepian ke-2 negara itu.

Kecuali India, PUBG Mobile punyai pangkal pemain paling besar, seperti pada AS yang memberi 29% dari jumlah keseluruhan. Selanjutnya diiringi Jepang di belakangnya dengan 12%, Arab Saudi dengan delapan,8%.

Selama ini, PUBG Mobile sudah kumpulkan 770 juta unduhan dengan cara global. Dari semua negara, India yang terbanyak mengambil aplikasi PUBG Mobile dengan 185,5 juta penginstalan atau 24% dari semua unduhan. Kemudian, China 16,4%, AS di posisi ke-3 dengan enam,3%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *